Sering kali sulit untuk melihat sisi humor dalam hidup ketika Anda merasa tertekan dan sangat membutuhkan terapi khusus. Namun beberapa dokter dan pekerja kesehatan menawarkan sebuah solusi yang unik, yaitu terapi tawa. Pemakaian humor (hal melucu) kini secara serius diterapkan untuk membantu menghilangkan stress, mengurangi rasa sakit dan bahkan yang terpenting, untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.
Akhir-akhir ini para ilmuwan dari University of Reading tengah mengembangkan sebuah robot pertama di dunia yang dikontrol dengan otak biologis yang dibentuk dari sekumpulan neuron. Beberapa ilmuwan sebelumnya telah mencoba untuk mengontrol robot dengan menggunakan otak, namun selalu ada komputer di belakangnya. Proyek baru ini adalah yang pertama untuk mengetahui bagaimana otak menyimpan sebuah data spesifik.
Film bergenre drama iniyang dimainkan Arif Rahman, Imel Putri Cahyati, Cantika Atmanegara, Mochtar Sum, ADytia Putri, Hengky Kurniawan, Ricky Harun, Minati Atmanegara, Donna Harun.
Iqbal (Arif Rahman), pemuda metropolis yang tidak pernah sholat dan tak bias mengaji. Namun akhirnya ia mulai meniti jalan yang benar, dimulai saat ia merasa bersalah telah mencelakai ibunya sendiri. Karena penyesalannya, ia memutuskan untuk mondok di pesantren Kyai Siddiq (Muchtar Sum) di Tegal Jadin. Ternyata selama dua bulan Iqbal hanya disuruh mengambil air dari telaga. Saking kesalnya, Iqbal meluapkan amarahnya di telaga. Disanalahi a bertemu dengan Aisyah (Imel Putri Cahyati), putrid Kyiai Subadar (Chairil JM), sekaligus cucu Kyiai Siddiq.